Sunday, November 4, 2018

Pileg Amerika: Ketika Minoritas Melawan dan Tentara Membangkang

5 orang muslimah yang menjadi calon anggota DPR Amerika Serikat tahun 2018

Sistem pemilihan (presiden dan legislative) Amerika Serikat cukup unik dibandingkan dengan negara lain, dimana pilpres dilangsungkan 4 tahun sekali, sementara pileg berlangsung tiap dua tahun sekali. Pileg yang berlangsung setelah presiden berkuasa disebut dengan istilah “midterm election”

Legislatives ada dua cabang, yaitu House Repsentative (DPR) dipilih tiap dua tahun, sedangkan Senat jabatannya 6 tahun. Ada pemilihan senat tiap dua tahun, karena untuk menggantikan yang mengundurkan diri atau berhenti. Gabungan House (DPR) dan Senate disebut Kongres.

Pileg 2018 sangat istimewa, karena akan menentukan apakah partai presiden Donald Trump (Republikan) tetap menguasai DPR dan Senat, atau diambil alih oleh partai Demokrat (partainya Obama).

Selama dua tahun ini, presiden Donald Trump “sesuka” hati membuat kebijakan kebijakan, karena akan “diamini” oleh badan legislative. Kebijaksanaannya hanya bisa “disanggah” melalui court (pengadilan). Proses melalui pengadilan memakan waktu sangat panjang.

Contoh kebijaksanaan yang mendapat tantangan public adalah: asuransi kesehatan (pre-existing condition), membangun tembok Meksiko, potongan pajak untuk orang kaya (menyebabkan negara hampir bangkrut) dan berbagai kebijaksanaan lain yang dirasakan “diskriminasi” oleh minoritas.

Menangkapi imigran yang dicurigai dengan polisi khusus dan mengirim tantara ke perbatasan untuk menangani imigran adalah dua kebijaksanaan kontroversi terbaru dari Donald Trump. Untung saja Pentagon keras “membangkang” perintah presiden.

Penolakan tantara atas perintah presiden yang notabene adalah panglima tertinggi merupakan bukti tantara Amerika berdiri di atas segala golongan. Akan “membangkang” kalau ada perintah “tak becus” dari panglima tertinggi sekalipun. Membangkang, tak berarti kudeta.  

Baca Juga:

Retorika presiden yang anti minoritas (karena kulitnya, asal usulnya, agamanya dan bahkan jenis kelaminnya) ditanggapi oleh minoritas dengan berpartisipasi aktif pada pileg 2018 ini. 

Tanpa diduga, kaum minoritas “membludak” jumlahnya untuk mencalonkan diri sebagai anggota legislative. Minoritas di sini maksudnya:

-Minoritas karena alasan jenis kelamin: termasuk perempuan, banci, transgender
-Minoritas karena alasan agama: Yahudi, Islam, Budha, Hindu, Sikh
-Minoritas karena alasan asal usul: Cina, Jepang, Korea, Indonesia, Arab dan sebagainya.
-Minoritas karena alasan warna kulit: hitam, sawo matang, kuning langsat

Tahun 2016 lalu, ada calon Kongres (DPR) turunan Indonesia, orang Batak marga Hutapea, sayangnya beliau kalah. Tahun ini sepertinya beliau sudah pindah dari Florida, karena badai (tak ada namanya sebagai calon kembali). 

Tammy Duckworth adalah senator yang fasih berbahasa Indonesia, karena pernah sekolah di Indonesia (seperti Obama).

Sudah 30 juta lebih rakyat Amerika memberikan suara yang disebut dengan istilah “early voting,” namun, puncak pemilihan legeslatif adalah tanggal 6 November 2018, hari Selasa. Malamnya akan diketahui partai mana yang akan menguasa Kongres (House dan Senat). 

Kelebihan kongres Amerika adalah membuat surat panggilan (subpoena) yang berkekuatan hukum, siapa saja (terutama ekskutif atau pejabat pemerintah) bisa dipanggil untuk dimintai keterangan. Tak memenuhi panggilan kongres, maka akan dijebloskan ke penjara. 

Kongres sangat efektif mengontrol presiden, menteri, panglima, hulu balang dan dayang dayangnya. 

Itulah sebab musababnya kenapa pileg Amerika Serikat tahun 2018 ini sangat istimewa. Mari kita tunggu hasilnya.  

# Muslimah yang menjadi calon DPR Amerika Serikat tahun 2018 adalah:
 - Deedra Abboud, Ilhan Omar, Fayrouz Saad, Rashida Tlaib dan Tahirah Amatul-Wadud



18 comments:

  1. Berita ini ketutup berita lion air.

    ReplyDelete
    Replies
    1. oh, begitu ya?
      appresiasi atas kunjungan di:
      Pileg Amerika: Ketika Minoritas Melawan dan Tentara Membangkang
      @
      5 orang muslimah yang menjadi calon anggota DPR Amerika Serikat tahun 2018

      Delete
  2. Pileg Di Amerika sepertinya seru yach..... deg - deg an jadinya. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. yups…. sudah ketahuan hasilnya: Demokrat menguasai DPR.
      appresiasi atas kunjungan di:
      Pileg Amerika: Ketika Minoritas Melawan dan Tentara Membangkang
      @

      Sistem pemilihan (presiden dan legislative) Amerika Serikat cukup unik dibandingkan dengan negara lain, dimana pilpres dilangsungkan 4 tahun sekali, sementara pileg berlangsung tiap dua tahun sekali.

      Delete
  3. Seperti kata-kata di dalam artikel unik pilegnya, khusus untuk pileg mungkin cocok dicontoh oleh indonesia karena pilegnya 2 tahun sekali

    ReplyDelete
    Replies
    1. mungkin biayanya jadi penghalang.
      appresiasi atas kunjungan di:
      Pileg Amerika: Ketika Minoritas Melawan dan Tentara Membangkang
      @

      Pileg yang berlangsung setelah presiden berkuasa disebut dengan istilah “midterm election”

      Delete
  4. makin banyak yang muslim untuk nyaleg ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. benar…..
      appresiasi atas kunjungan di:
      Pileg Amerika: Ketika Minoritas Melawan dan Tentara Membangkang
      @
      Legislatives ada dua cabang, yaitu House Repsentative (DPR) dipilih tiap dua tahun, sedangkan Senat jabatannya 6 tahun.

      Delete
  5. Bangga sama mereka. Mereka perempuan. Mereka Muslim. Mereka ada yang bukan berakar dari Amerika. Tiga poin minor ini semoga tidak menjadi halangan; selama mereka bisa bekerja dengan baik, mereka pasti bisa terpilih (lagi, kelak).

    ReplyDelete
    Replies
    1. yups...benar banget.
      appresiasi atas kunjungan di:
      Pileg Amerika: Ketika Minoritas Melawan dan Tentara Membangkang
      @
      Ada pemilihan senat tiap dua tahun, karena untuk menggantikan yang mengundurkan diri atau berhenti.

      Delete
  6. Semoga saja Presiden amerika nya Orang Islam

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau banyak jumlah muslim, semua kemungkinan bisa terjadi.
      appresiasi atas kunjungan di:
      Pileg Amerika: Ketika Minoritas Melawan dan Tentara Membangkang
      @
      Gabungan House (DPR) dan Senate disebut Kongres.

      Delete
  7. Hehe...kalau kata gua mah seribu kali semaunya dia hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe...bener banget
      appresiasi atas kunjungan di:
      Pileg Amerika: Ketika Minoritas Melawan dan Tentara Membangkang
      @
      Pileg 2018 sangat istimewa, karena akan menentukan apakah partai presiden Donald Trump (Republikan) tetap menguasai DPR dan Senat, atau diambil alih oleh partai Demokrat (partainya Obama).

      Delete
  8. belum baca berita ini di tv, mudah-mudahan ini merupakan titik awal kebangkitan umat islam :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. semua punya peluang yang sama di amerika.
      appresiasi atas kunjungan di:
      Pileg Amerika: Ketika Minoritas Melawan dan Tentara Membangkang
      @
      Selama dua tahun ini, presiden Donald Trump “sesuka” hati membuat kebijakan kebijakan, karena akan “diamini” oleh badan legislative.

      Delete
  9. Pileg Amerika: Ketika Minoritas Melawan dan Tentara Membangkang

    Kebijaksanaannya hanya bisa “disanggah” melalui court (pengadilan).

    ReplyDelete
  10. Pileg Amerika: Ketika Minoritas Melawan dan Tentara Membangkang

    Proses melalui pengadilan memakan waktu sangat panjang.

    ReplyDelete

What Things Will Disappear from Public?

Smart key, credit to cars.com There are many things that familiar with our life in a decade or so will disappear soon. The timing o...